Dokter Almond adalah trainer pertama perusahaan farmasi Allergan di Indonesia. Hingga saat ini, ia sudah mendidik lebih dari 1.000 dokter dari seluruh Indonesia. Selain memberikan materi dalam berbagai training, dokter pecinta musik klasik serta jazz ini sekarang sedang sibuk mempersiapkan pembukaan sejumlah klinik di Jakarta.

 

Bagaimana perjalanan karier Dokter Almond hingga saat ini?
Saya pertama kali masuk di dunia estetika ini tahun 2008. Dulu, saya mengambil kursus kosmetik di Filipina. Jadi, itu semacam kursus dokter spesialis selama satu tahun. Untuk saat ini kesibukan saya adalah membuka dua klinik kecantikan baru di Menteng dan Cipete. Selain itu saya sering diminta memberikan training di sejumlah kota sekaligus menjadi speaker seminar.

 

Untuk update ilmu, dokter pernah sekolah di mana saja?
Untuk update ilmu biasanya saya mengambil sejumlah kursus. Misal untuk ilmu laser saya mengikuti kursus di Slovenia. Lalu untuk teknologi inject saya kursus keliling dunia. Demi mendapatkan ilmu pengetahuan, saya sudah menuntut ilmu ke Singapura, Korea, Inggris, Amsterdam, Monaco, San Diego, dan lain-lain. Saya memang hobi membaca dan selalu penasaran pada hal baru. Pada dasarnya, saya memang suka belajar.

 

Sejauh ini, pencapaian apa yang pernah diraih?
Saya adalah trainer pertama Allergan di Indonesia. Allergan sendiri adalah sebuah perusahaan farmasi yang pusatnya di Dublin, Irlandia. Perusahaan ini memiliki visi dan misi yang sama dengan saya yaitu menyebarkan ilmu seluas mungkin. Karena itu, pada tahun 2012 saya diminta menjadi trainer resmi mereka. Waktu itu, saya adalah satu-satunya trainer Allergan di Indonesia. Hampir seluruh bagian Indonesia sudah pernah saya jelajahi kecuali Indonesia Timur karena industri estetika belum terlalu maju di sana.

 

Berarti, saat ini sudah banyak orang yang mendapatkan manfaat dari training Dokter Almond?
Dalam sebulan saya bisa memberikan antara lima hingga enam kelas. Tiap kelas biasanya ada empat sampai enam orang. Jadi kurang lebih sebulan ada sekitar 25 orang yang saya ajari. Satu tahun berarti kurang lebih 300 orang dan saya sudah melakukan hal ini selama empat tahun. Berarti saya sudah memberikan training pada lebih dari 1.200 orang.

 

Seberapa penting bagi para dokter untuk ikut seminar-seminar medis?
Dalam seminar medis biasanya dibahas ilmu-ilmu baru yang tidak ada saat kuliah kedokteran. Tanpa ilmu ini, seharusnya dokter tidak boleh praktik. Dengan kata lain, seminar-seminar kedokteran sangatlah penting. Sayangnya sekarang sudah banyak tutorial di Youtube sehingga dokter yang kurang pengalaman mungkin merasa sudah cukup belajar dari internet. Padahal, kenyataannya belajar secara otodidak seperti itu bisa berbahaya.

 

Selain mengikuti seminar, upaya apa lagi yang perlu dilakukan oleh para dokter untuk update ilmu?
Selain mengikuti seminar, dokter-dokter juga bisa kursus bidang-bidang tertentu untuk memperdalam pengetahuan. Di Indonesia sekarang sudah ada beberapa tempat kursus yang memenuhi standar. Ingat, pilih tempat kursus yang sudah melalui standarisasi sehingga kualitasnya terjamin. Di Jakarta dan Surabaya sudah ada beberapa tempat kursus yang terstandar dan bisa dipilih.

 

Tips apa yang perlu diketahui dokter-dokter muda dalam berkarier di dunia estetika?
Tipsnya hanya satu yaitu realistis. Banyak dokter yang menjanjikan muluk-muluk melampaui kemampuannya. Kita harus melihat kondisi pasien juga. Tidak mungkin semua yang diinginkan oleh pasien bisa didapat. Bila kita terlalu banyak janji dan tidak bisa memenuhi, pasien justru akan kapok. Begitu juga dalam melihat suatu produk. Tidak ada produk dewa yang bisa memenuhi semuanya. Setiap produk memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

 

Pernahkah dokter menolak permintaan pasien?
Menolak pasien? Sering! Pasien harus dijelaskan bahwa tidak segalanya mungkin. Misal ada pasien yang mau menutunkan berat badan 10kg dalam sebulan, hal ini tentu tidak mungkin karena bisa mengancam kesehatan juga. Ingat, yang paling utama adalah kesehatan. Semisal ada pasien usia 60 ingin terlihat seperti 30, tentu tidak bisa juga. Keinginan seperti itu tidak bisa diwujudkan.

 

Lalu bagaimana sikap dokter dalam menanggapi kemauan pasien?
Pasien perlu dijelaskan bahwa tidak segalanya bisa dilakukan. Selain itu, secara estetik ada guideline umum tentang konsep kecantikan. Misal menurut standar Asia, muka harus oval, mata besar dengan lipatan, bibir tipis. Tapi sekarang tren yang sedang digandrungi adalah bibir tebal seperti Kylie Jenner. Apakah pantas jika perempuan Asia berbibir tebal? Dokter harus menjelaskan bahwa hal ini sebenarnya tidak sesuai dengna standar kecantikan pada umumnya. Namun, pada kasus khusus ketika pasien memaksakan kehendaknya, dokter bisa saja menuruti walau nanti jika hasilnya aneh, tanggungjawab sepenuhnya ada pada pasien.

 

Adakah gambaran tentang dunia estetika untuk mahasiswa kedokteran yang masih belum menentukan akan mengambil spesialis apa?
Dunia estetika menarik karena di dunia kedokteran, pada umumnya orang yang datang ke dokter adalah mereka yang sakit. Kadang, pasien yang menderita sakit tertentu jika sudah sembuh sedikit akan merasa cukup puas. Namun, di dunia estetika pasien-pasiennya tidak ada yang sakit. Mereka semua sehat. Jika mereka punya keluhan tertentu misal jerawat atau flek, keluhan ini juga harus disembuhkan seluruhnya. Bila tidak sembuh sempurna, pasien tentu akan protes. Jadi, dunia estetika ini cukup unik dan menarik untuk digeluti.